This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 29 April 2015

Masihkah Wanita Muslimah Bersalaman dengan Bukan Muhrim?

Presiden Iran, Mahmud Ahmadinejad


Sekian banyak kaum hawa meremehkan hukum salaman dengan bukan muhrim. Padahal ini jelas dilarang karena merupakan pintu godaan menuju kejahatan. 
Seringkali kita mengatakan hal ini sudah menjadi kebiasaan yang tidak bisa dipungkiri, karena takut diingkari atau dijauhi. Bukankan Allah sudah menjawab, “Siapa yang bertakwa, Allah akan memberikan jalan keluarnya.”

 Begitu pula Nabi, “Siapa yang mempedulikan ridha manusia daripada kemarahan Allah, maka dia akan menjadi budaknya, dan siapa yang rela mendapat cercaan manusia demi ridha-Nya maka Allah akan menundukkan manusia untuknya.” Yakinlah wahai wanita muslimah!, kau akan mendapatkan kemudahan dari Allah dan kelapangan dada.
 Jangan hiraukan kebiasaan yang bertentangan dengan kebenaran Allah! Sekarang engkau sudah mempunyai landasan larangan Allah, maka jaga dengan baik pesan ini dan nasehati temanmu yang masih mengingkari! 
 Aisyah menceritakan bahwa Nabi tidak pernah berjabat tangan dengan wanita kecuali pada istrinya. Ketika membaiat wanita, Nabi tidak pernah berjabat tangan dan hanya berkata, “Saya telah membaiatmu.” Dalam suatu kisah, beberapa wanita berkata kepada Nabi, “tidakkah engkau bersalaman dengan kami wahai rasulullah?” Nabi menjawab, “Saya tidak berjabat tangan dengan perempuan.”
 Mu’aqqil bin Yasar juga meriwayatkan sabda nabi, “ Sungguh! Lebih baik kepala seorang laki-laki tertembus jarum besi daripada menyentuh wanita yang bukan halalnya.” 

 Diterjemahkan dari buku Min Mukhlalafatin al-Nisa' 
 

Diberdayakan oleh Blogger.