oleh Ahmad Baso
Istilah baru? Ini satu cara untuk
mengingat kembali 1 Juni dan 1 Oktober. 1 Juni adalah Hari Lahir
Pancasila, 1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila. Tapi kalau Anda merayakan
kedua hari itu tanpa ingat kiai-kiai kita dari NU-MUHAMMADIYAH ya sesat
murakkab namanya...
![]() |
| Kiai Imam Mursyid Takeran |
Coba perhatikan fakta ini: Pada malam jelang 1
Juni 1945, sejumlah kiai NU-MUHAMMADIYAH kumpul di rumah Mr Muhamamd
Yamin (tokoh nasionalis asal Minang dan salah seorang perumus UUD 1945)
di bilangan Menteng, Jakarta. Ada KH. Abdul Wahid Hasyim, KH. Abdul
Kahar Muzakkir (tokoh ulama nasionalis Muhammadiyah), dan KH Masjkur.
Kemudian datang Sukarno ingin berkonsultasi kepada mereka soal naskah
pidato yg mau dibacakan besok dalam sidang BPUPKI. Pidato ini kemudian
dikenal sebagai Hari Lahir Pancasila.
Bayangin, perumusan Pancasila sebagai dasar negara bukan hanya milik Sukarno atau Yamin. Tapi juga melibatkan para kiai NU-MUHAMMADIYAH. Bahkan, nama Pancasila sendiri lahir dari diskusi dengan mereka. Bahasanya merupakan usulan Yamin. Sementara pemakaian lima sila, bukan enam atau tujuh, ya dari para kiai NU-MUHAMMADIYAH itu. Ini mengingatkan pada Lima Rukun Islam atau Lima Prinsip Dasar Syariat (al-Ushulul Khamsah) yg digodok Imam al-Ghazali. Coba bandingkan dalam bahasa Arab, Pancasila menjadi al-Mabadi al-Khamsah.
Lebih spesifik lagi, sebelum Kiai Wahid Hasyim memberi masukan ttg Pancasila ke Sukarno dan Yamin, putra Hadlratusysyekh ini berdiskusi dulu tentang dasar negara dengan Kiai Imam Mursyid Takeran, Magetan (yg kemudian menjadi korban keganasan PKI Musso-Amir Sjarifudin tahun 1948).
Maka, ingat 1 Juni kita harus ingat pula KH. Abdul Wahid Hasyim, KH. Abdul Kahar Muzakkir, dan KH Masjkur. Dan ingat 1 Oktober kita juga harus ingat Kiai Imam Mursyid Takeran yg terbunuh awal Oktober 1948 karena memperjuangkan kesaktian Pancasila sebagai lambang persatuan bangsa (jangan cuma ingat 7 tentara korban PKI yg ternyata sebagian besar pernah dikader di Amrik itu!).
Dan, jangan lupa pula, ingat Kesaktian Pancasila berarti ingat pula KESAKTIAN AGAMA NU-MUHAMMADIYAH UNTUK N








0 komentar:
Posting Komentar